Polri Hadir Pulihkan Trauma Pengungsi Gempa Melalui Trauma Healing di Lamba Leda Utara
Manggarai Timur— Polri terus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi tektonik di wilayah daratan Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya melalui kegiatan pendampingan psikologis dan trauma healing bagi masyarakat di Posko 2 Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan trauma healing tersebut menyasar sebanyak 139 orang, yang terdiri dari 56 orang tua dan 77 anak-anak. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polri membantu masyarakat, khususnya anak-anak, dalam menghadapi dampak psikologis pascabencana gempa bumi.
Kegiatan dipimpin oleh Ipda Hari Ade Wibowo, S.Psi., Ps. Kasubag Binkar Bag SDM Polres Sumbawa Polda NTB, bersama Briptu Muhammad Taruna Anshory Rahman, Bamin Bag SDM Polres Bima Kota Polda NTB, serta Bripda M. Wira Arudziki, S.Psi., Bamin Bag SDM Polres Bima Kota Polda NTB.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pendampingan psikologi dan trauma healing melalui metode konseling psikologi kepada para orang tua. Sementara bagi anak-anak, pendampingan dilakukan melalui metode play therapy atau terapi bermain dengan mengajak mereka mengikuti berbagai permainan sederhana dalam suasana yang menyenangkan.
Selain kegiatan bermain, tim juga memberikan sarana kontak kepada anak-anak sebagai bentuk perhatian dan dukungan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman selama berada di posko pengungsian.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak terlihat lebih ceria, berani berinteraksi, serta merasa diperhatikan dan terhibur. Interaksi, permainan sederhana, dan dukungan emosional yang diberikan menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak melewati masa sulit setelah mengalami bencana.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.IK., M.M., CPHR., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan trauma healing serta memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak bencana.
“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam memberikan pengamanan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan dan pendampingan psikologis kepada warga yang terdampak bencana. Kami berharap kegiatan trauma healing ini dapat membantu anak-anak dan para orang tua untuk mengurangi rasa takut dan trauma, sehingga mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, saling mendukung, dan mengikuti arahan dari petugas selama berada di lokasi pengungsian.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap kuat dan tidak merasa sendiri. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik selama proses penanganan hingga pemulihan pascabencana,” tambahnya.
Kegiatan trauma healing ini merupakan wujud kehadiran Polri tidak hanya dalam memberikan pengamanan dan pelayanan di lokasi bencana, tetapi juga dalam memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat terdampak.
Polri berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana, sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, dapat kembali merasa aman, nyaman, dan mampu menjalani aktivitas secara bertahap.
#NttPenuhKasih

