Polres Manggarai Timur Respons Cepat Dampak Gempa Magnitudo 7,7, Korban Jiwa Sementara 17 Orang
TribrataNews Manggarai Timur – Polres Manggarai Timur bersama jajaran terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap situasi pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WITA.
Gempa tersebut berpusat di laut dengan jarak sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Getaran gempa dirasakan kuat di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Pasca kejadian, sempat dikeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, peringatan tersebut telah dicabut. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 13.04 WITA, tercatat sementara 17 orang meninggal dunia akibat dampak gempa bumi tersebut.
Korban tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur.
Di Kecamatan Borong, satu orang dilaporkan meninggal dunia atas nama Kristus Nono akibat tertimpa bangunan.
Sementara itu, di Kecamatan Lamba Leda Utara, korban meninggal dunia tercatat di Desa Satar Kampas dan Desa Golo Munga.
Di Desa Satar Kampas, terdapat lima korban meninggal dunia, yaitu Abdurahman Usman (70), warga Waso; Erni Murni Latifah, perempuan, lahir di Pota pada 5 Desember 1993, warga Waso; Akbar Maldiyansyah, laki-laki, lahir 15 April 2019, warga Waso; Rizky Rafaila, perempuan, berusia 5 tahun, warga Waso; serta Umrah (56), warga Kampung Binaan, Desa Satar Kampas.
Selanjutnya, di Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda Utara, terdapat dua korban meninggal dunia, yakni Kornelia Renil, warga Desa Golo Munga, serta Yuliana Serima, warga Wae Waru, Desa Golo Munga.
Di Kecamatan Lamba Leda, satu korban meninggal dunia tercatat di Desa Gorong Meni, atas nama Kon. Sementara itu, tiga korban meninggal dunia di Desa Liang Deruk masih dalam proses pendataan dan identifikasi.
Kemudian, di Kecamatan Lamba Leda Selatan, tercatat dua korban meninggal dunia yang identitasnya masih dalam proses pendataan.
Sedangkan di Kecamatan Sambi Rampas, tercatat tiga korban meninggal dunia yang identitasnya juga masih dalam proses pendataan dan verifikasi.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR ., menegaskan bahwa data korban jiwa tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. Proses pendataan dan verifikasi terus dilakukan oleh personel di lapangan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Selain korban meninggal dunia, data mengenai korban luka-luka juga masih dalam proses pemantauan dan pendataan lebih lanjut.
Petugas terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh korban terdampak dapat terdata dengan baik serta memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena berpotensi membahayakan keselamatan. Warga yang berada di wilayah rawan longsor juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan.
Polres Manggarai Timur bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya.
“Polres Manggarai Timur bersama jajaran terus berada di lapangan untuk melakukan pemantauan, pendataan, pengamanan, serta membantu masyarakat terdampak. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” Ucap Kapolres.
Polres Manggarai Timur memastikan bahwa perkembangan situasi dan data korban akan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan serta verifikasi di lapangan.
#NttPenuhKasih

